Gaming Lifestyle

Kenapa Mobile Legends Masih Ramai Setelah Hampir 10 Tahun?

Setiap ada game baru, MLBB dibilang akan sepi. Namun pemain lama tetap kembali. Mungkin alasannya lebih dekat ke teman, kebiasaan, dan rasa nyaman.

oleh Tim Editorial Itembuild6 menit baca
Seseorang memegang ponsel yang menampilkan layar kemenangan Mobile Legends di depan laptop
Foto oleh Rommel Azucena di Unsplash
Di Halaman Ini9
  1. 01Bukan yang paling baru, tetapi paling gampang diajak main
  2. 02Sering kali kita masuk karena teman, bukan karena gamenya
  3. 03Kita sudah hafal rasanya tanpa sadar
  4. 04Kelihatannya sederhana, tetapi selalu ada yang bisa diperdebatkan
  5. 05Satu match terasa sebentar, lalu tahu-tahu sudah lama
  6. 06Event dan skin gratis cuma mengetuk pintu
  7. 07Turnamen membuat MLBB tetap hadir meski sedang tidak dimainkan
  8. 08Game baru tidak hanya harus menarik, tetapi juga harus memindahkan tongkrongan
  9. 09Apakah berarti Mobile Legends tidak akan pernah sepi?

Setiap kali ada game baru yang mulai ramai, pertanyaan yang sama muncul lagi: apakah ini waktunya Mobile Legends ditinggalkan?

Biasanya suasana heboh selama beberapa minggu. Teman-teman mulai mengajak pindah, media sosial dipenuhi perbandingan, dan orang yang sudah lama kesal dengan MLBB merasa akhirnya menemukan pengganti. Namun tidak lama kemudian, undangan mabar MLBB muncul lagi di grup. Yang sempat pindah mulai kembali satu per satu.

Kalau dipikir-pikir, itu agak aneh. MLBB bukan game baru. Tampilannya juga bukan satu-satunya yang menarik. Hadiah gratisnya kadang banyak, kadang biasa saja. Lalu kenapa game ini masih begitu susah dilepaskan?

Menurut kami, jawabannya bukan karena MLBB selalu lebih bagus dari semua pesaingnya. Game ini bertahan karena sudah telanjur masuk ke kebiasaan sehari-hari banyak orang.

Bukan yang paling baru, tetapi paling gampang diajak main

Saat teman menulis “gas ML?” di grup, hampir semua orang langsung paham apa yang harus dilakukan. Tidak perlu menjelaskan aturan dari awal. Tidak perlu memastikan siapa sudah memasang gamenya. Tinggal buka, buat lobby, lalu main.

Pemain baru pun tidak harus langsung mengerti semuanya. Selama bisa menggerakkan hero, memakai skill, dan mengikuti teman, satu match sudah bisa dinikmati. Kalau belum hafal item, ada rekomendasi. Kalau belum berani main ranked, masih ada mode lain untuk membiasakan diri.

Tentu saja, mudah mulai bukan berarti mudah jago. Namun untuk sekadar ikut bermain, MLBB tidak banyak meminta. Inilah yang membuatnya cocok dijadikan jawaban cepat saat lima orang sedang bosan dan tidak tahu mau melakukan apa.

Sering kali kita masuk karena teman, bukan karena gamenya

Ada game yang kita mainkan karena ceritanya. Ada yang kita mainkan karena grafiknya. MLBB sering dimainkan karena ada orang lain yang mengajak.

Teman yang biasanya pendiam bisa mendadak ramai ketika sudah masuk lobby. Obrolan yang tadinya habis mendapat bahan baru setelah satu orang salah mengambil buff, gagal memakai Retribution, atau berhasil menyelamatkan tim. Bahkan match yang buruk pun kadang tetap jadi cerita lucu setelah selesai.

Itulah kenapa pindah ke game lain tidak sesederhana menghapus satu aplikasi. Kita mungkin tertarik mencoba, tetapi apakah teman satu tongkrongan juga mau ikut? Kalau hanya dua orang yang pindah sementara tiga lainnya tetap di MLBB, ujung-ujungnya semua kembali ke game yang bisa dimainkan bersama.

Kadang yang dirindukan memang bukan Land of Dawn. Yang dirindukan adalah orang-orang yang biasa kita temui di sana.

Kita sudah hafal rasanya tanpa sadar

Pemain lama mungkin sudah tidak membaca semua tulisan di layar. Jari bergerak sendiri untuk membuka lobby, memilih hero, membeli item, atau membalas undangan. Suara saat masuk game, bentuk map, dan posisi tombol terasa akrab karena sudah dilihat berkali-kali.

Kebiasaan seperti ini punya pengaruh besar. Mencoba game baru berarti kembali menjadi pemula: belajar hero, mencari item, menghafal map, dan memahami kebiasaan pemain lain. Bagi sebagian orang itu menyenangkan. Bagi yang hanya ingin santai setelah sekolah atau kerja, proses tersebut bisa terasa seperti pekerjaan tambahan.

Jadi ketika pemain mencoba game lain lalu kembali ke MLBB, belum tentu karena game barunya jelek. Bisa saja ia hanya ingin bermain di tempat yang sudah dikenalnya.

Kelihatannya sederhana, tetapi selalu ada yang bisa diperdebatkan

Di awal, MLBB terlihat gampang: pilih hero, jaga lane, lalu hancurkan base lawan. Setelah sering bermain, urusannya mulai panjang. Hero mana yang sebaiknya diban? Siapa yang harus rotasi? Kenapa Tank membeli item itu? Apakah tim kalah karena draft, build, atau memang salah main?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah benar-benar selesai. Setiap pemain punya jawaban, pengalaman, dan hero kesayangan sendiri. Satu update kecil saja bisa membuat obrolan lama dimulai lagi.

Di situlah MLBB punya tempat untuk pemain santai dan pemain yang suka mengulik. Yang satu cukup senang bisa mabar. Yang lain bisa menghabiskan waktu membandingkan draft dan build. Keduanya tetap bertemu di pertandingan yang sama.

Satu match terasa sebentar, lalu tahu-tahu sudah lama

MLBB juga pandai membuat satu match terasa tidak terlalu berat untuk dimulai. Kita sering berpikir hanya akan bermain sekali. Kalau menang, rasanya sayang berhenti. Kalau kalah, muncul keinginan membalas. Akhirnya satu match berubah menjadi tiga atau empat.

Hal ini ikut membuat MLBB gampang menjadi rutinitas. Ada waktu kosong sedikit, buka game. Menunggu teman datang, buka game. Obrolan mulai sepi, buka game.

Kebiasaan itu bisa menyenangkan, tetapi tetap perlu dijaga. Kalau “satu match lagi” terus mengambil waktu tidur atau pekerjaan penting, mungkin sudah waktunya berhenti sebentar. Kami pernah membahasnya lebih jauh dalam artikel cara mengatur waktu main game.

Event dan skin gratis cuma mengetuk pintu

Hadiah gratis jelas membuat orang mau login. Skin, tiket, atau event kolaborasi bisa mengingatkan pemain lama bahwa game ini masih ada. Namun hadiah hanya berhasil membuka pintu.

Setelah hadiahnya diambil, pemain tetap butuh alasan untuk bertahan. Kalau teman-temannya sudah tidak ada dan permainannya tidak lagi menyenangkan, skin gratis tidak akan cukup. Sebaliknya, orang yang masih punya grup mabar mungkin tetap bermain meskipun sedang tidak ada hadiah besar.

Jadi menurut kami, event bukan alasan utama MLBB bertahan. Event lebih seperti undangan untuk pulang. Yang membuat seseorang betah setelah pulang adalah rasa akrab di dalamnya.

Turnamen membuat MLBB tetap hadir meski sedang tidak dimainkan

Ada masa ketika seseorang bosan bermain, tetapi masih menonton turnamen atau mengikuti video kreator favoritnya. Dari sana, ia melihat hero lama dipakai dengan cara baru, build yang tidak biasa, atau pertandingan yang membuatnya ingin mencoba lagi.

Artinya, MLBB tidak benar-benar hilang ketika aplikasinya jarang dibuka. Game ini masih muncul lewat klip, obrolan teman, meme, dan pertandingan profesional. Selalu ada jalan kecil yang membawa pemain lama kembali.

Turnamen juga membuat pemain biasa punya sesuatu untuk diikuti. Tidak semua orang ingin menjadi pemain profesional, tetapi banyak yang senang mendukung tim, meniru pilihan hero, atau sekadar ikut ramai saat pertandingan besar berlangsung.

Game baru tidak hanya harus menarik, tetapi juga harus memindahkan tongkrongan

Pesaing MLBB bisa saja punya tampilan lebih segar, hadiah lebih banyak, atau permainan yang terasa lebih halus. Itu bagus. Kehadiran pesaing juga memaksa semua game untuk terus memperbaiki diri.

Masalahnya, pemain tidak memilih berdasarkan fitur saja. Game baru juga harus meyakinkan satu kelompok pertemanan untuk pindah bersama. Satu orang mungkin siap belajar dari awal, sedangkan yang lain malas menghafal hero baru. Ada yang ruang penyimpanannya penuh. Ada juga yang memang sudah nyaman dengan hero andalannya.

Karena itu, memenangkan perhatian satu pemain belum tentu cukup. Untuk benar-benar menggantikan MLBB, sebuah game perlu menjadi tempat kumpul baru. Bagian itulah yang paling sulit dibuat dalam waktu singkat.

Apakah berarti Mobile Legends tidak akan pernah sepi?

Tentu tidak. Tidak ada game yang kebal dari rasa bosan. Pemain bisa pergi kalau pertandingan lebih sering membuat kesal daripada senang, perubahan baru terasa tidak menarik, atau teman-temannya berhenti bermain.

Justru karena hubungan sosial begitu penting, perpindahan besar mungkin terjadi ketika satu kelompok mulai menemukan tempat lain untuk berkumpul. Kalau yang pindah bukan lagi satu-dua orang, tetapi satu tongkrongan sekaligus, kebiasaan lama bisa berubah.

Untuk sekarang, MLBB masih punya sesuatu yang tidak bisa dibuat hanya dengan grafik bagus atau hadiah melimpah: rasa akrab. Orang tahu cara memainkannya, tahu siapa yang bisa diajak, dan tahu obrolan seperti apa yang akan muncul setelah pertandingan.

Mungkin itu jawaban paling sederhananya. Mobile Legends masih ramai bukan karena mustahil dikalahkan, tetapi karena bagi banyak orang game ini sudah menjadi tempat untuk kembali.